• Home
  • About
  • Youtube Channel

gmail instagram twitter youtube

Dikalamuda

Berbagi Cerita Ala Kadarnya

Malam ini, jarum jam baru saja melewati angka satu. Tiba-tiba, kenangan tentangmu menyeruak tanpa permisi, mengisi seluruh ruang di hati yang seharusnya kosong. Ada rasa sesak yang menyelinap, membuat dada ini terasa berat. Napasku menjadi pendek, seakan paru-paru enggan bekerja sama.

Pelan-pelan, air mata mulai mengalir, jatuh tanpa suara. Semakin lama, pipi ini basah, seakan menjadi saksi bisu atas luka yang tak kunjung sembuh. Rasanya aneh, betapa ingatan bisa menjadi penjara, dan betapa malam seringkali menjadi pengadil yang paling jujur.

Tak ada yang bisa menghapus perasaan itu dalam sekejap. Dalam setiap tetes air mata, ada cerita yang terulang, ada harapan yang tak lagi punya tempat. Aku hanya bisa terdiam, membiarkan kesedihan itu bernafas di antara keheningan malam.

Inilah saat-saat di mana aku sadar, bahwa meski waktu terus berputar, ada bagian dari diriku yang masih terjebak di momen ketika kita masih ada. Malam ini, tepat jam satu, aku diingatkan lagi tentang betapa sesaknya kehilangan dan betapa nyatanya kepergianmu di setiap denyut yang memanggil nama itu.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Well, this year has been quite a wild ride! Things didn't go as planned, but that's life, right? Even though my love life is a bit messy, I passed this year full of gratitude for my education and career. I am always given sufficiency and enjoyment. Although there was one big decision that really changed my life 360 ​​degrees. Honestly, I know it's wrong. But the black shadow always confuses me until I lose my direction. Ya, I strayed too far.

On this journey, I learned not to be afraid to remove toxic people from my life. Goodbye, drama! I realize that my happiness is in my own hands and I don't need to worry about disappointing other people. I decided to get rid of unnecessary burdens and make room for the good things. I also accept that some people are not meant to stay in my life, and that's okay. It's time to move forward and focus on what is truly important to me.

By the way, this year will be a crazy year because the jumping off point where I will start my career.

That's all for now. I hope these incredible experiences keep coming!

Happy 22nd birthday, me!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Tahun ini telah menjadi rentetan pengalaman yang menarik bagiku. Aku menyadari bahwa hidup ini bukanlah tentang siapa yang menginginkanku, it's about who consistently chooses u. Seiring berjalannya waktu, aku memetik beberapa hal yang ingin aku bagi ke kalian.

Not everyone enters ur life with u as their primary goal; some just want to revisit the past. Namun, aku mulai memahami bahwa orang-orang yang hadir dalam hidupku membawa serta sesuatu; entah itu penyesalan atau sebuah pelajaran berharga. Yang lebih penting, pilihannya ada pada tanganku sendiri untuk menjaga apa yang akan kutinggalkan dari setiap perjumpaan tersebut –the choice is yours.

Aku telah belajar bahwa tindakan bijaksana lebih bernilai daripada tindakan impulsif. Kebaikan dan pengertian mampu menciptakan perbedaan besar.

"Actions that are carefully considered endure longer compared to impulsive ones; displaying kindness and understanding creates a significant impact."

Selalu penting untuk nggak buru-buru saat ngambil keputusan, karena terkadang alasan sebenarnya tersembunyi di balik berbagai hal.

Hari ini mungkin berakhir, tapi besok akan selalu datang. Terdapat waktu dan ruang untuk terus tumbuh dan memperbaiki diri. Aku juga menyadari bahwa kurangnya empati adalah tindakan yang egois. Untuk itu, aku berusaha untuk selalu membawa kebaikan dalam setiap langkahku.

Aku belajar untuk tidak menyia-nyiakan energi hanya untuk menjadi sempurna di mata semua orang. Yang lebih penting adalah menjadi versi terbaik dari diriku sendiri. Aku percaya bahwa untuk mencapai hal ini, dibutuhkan dua hati yang tulus untuk berusaha bersama dalam segala situasi.

Terakhir, namun tak kalah pentingnya, aku belajar untuk tidak hanya mengandalkan motivasi, tetapi lebih pada disiplin. Disiplin adalah kunci utama untuk mencapai apa pun yang ingin aku raih.


Selamat tahun baru.

Salam hangat, Ol.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Nggak habis pikir deh, mungkin nggak yaa with my foolish, stubborn, n selfish nature, someone not to give up on me?

Aku bener-bener nggak ngerti kenapa susah banget buat langsung nyambung sama orang dari awal; aku bener-bener nggak percaya sama yang namanya fall in love at first sight. Mungkin itu yang bikin aku move onnya lama dan susah cepat nerima orang baru (Move on tercepat setahun deh kayaknya) –apa cuma alasan yang norak ya? :D

Biasanya aku butuh waktu sekitar 4 bulan buat nerima orang baru, tapi buat aku rasanya kayak sebentar aja. Jadi, menurutku, 4 bulan buat ngeladenin, 3 bulan lagi buat deketan, dan baru 6 bulan buat pastiin kalo aku suka sama seseorang. Kecuali kalau dalam waktu dekat aku bisa lihat sosok orang itu 'kayak gini', yaudah, secukupnya. Di waktu itu juga aku nggak akan nerima orang baru lagi. Iya, kalau ada seseorang yang ada di tahap itu artinya orang itu ya satu-satunya, orang itu ada peluang, kalau nggak ya nggak akan kuladenin. Tapi masalahnya, dengan waktu yang lambat banget kayak gitu, ada yang bakal tahan nggak ya sampe setahun? Kayaknya mustahil sih, haha. Jadi, kalo ada yang bertahan sama aku selama setahun, i promise to give them everything, atau mungkin itu bakal terjadi dengan sendirinya, haha.

Tapi ya, susah banget sih, n the timing is slow. Tapi aku yakin orang itu bakal dateng. I’m writing this as a hopeful note and a way to show kalo 'kamu' bisa dapetin hati aku, well, i’m completely in love again.

Selama apapun prosesnya, selama masih ada harapan, i’ll keep searching, albeit at a slow pace, haha!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bia donat bilang gini, anything you do in the past does not change anything in the present. Penyesalan dan kesedihan bisa jadi motivasi terbesar dalam diri seseorang meskipun dia tahu nggak akan ngubah apapun. Banyak dari mereka yang begitu termotivasi untuk menghidupkan kembali momen di masa lalu. Di suatu bagian diri mereka berpikir bahwa mungkin hal-hal akan berubah kalau mereka melakukan hal lain. Lalu, terpikir oleh konsep menerima masa lalu dan menerima sekarang apa adanya, bener-bener nggak ada lagi yang bisa dilakukan tentang hal-hal yang telah hilang. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan sekarang adalah hidup dengan apa adanya. Tapi tenang, tentu kita masih bisa menyelamatkan hal-hal yang dimiliki saat ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Penulis


Panggil aja ol. Ini sisi lain dari aku, nulis random dan ala kadarnya. Mau tau sisiku yang lain? ada di instagram atau youtube, violasevio.

Follow Me

  • instagram
  • youtube
  • twitter

Archive

  • August 2026 (1)
  • December 2025 (1)
  • October 2025 (1)
  • July 2025 (1)
  • June 2025 (3)
  • April 2025 (1)
  • January 2025 (2)
  • December 2024 (3)
  • November 2024 (3)
  • July 2024 (1)
  • December 2023 (2)
  • November 2023 (1)
  • September 2023 (1)
  • August 2023 (1)
  • July 2023 (2)
  • June 2023 (2)
  • May 2023 (1)
  • February 2023 (1)
  • July 2022 (1)
  • February 2022 (4)
  • January 2022 (2)
  • December 2021 (5)
  • November 2021 (5)
  • October 2021 (6)
  • September 2021 (3)
  • August 2021 (3)
  • July 2021 (3)
  • May 2021 (1)
  • April 2021 (1)
  • February 2021 (2)
  • January 2021 (2)
  • December 2020 (2)
  • November 2020 (1)
  • August 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • March 2020 (1)
  • December 2019 (1)
  • July 2019 (3)
  • May 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • February 2019 (1)
  • December 2018 (1)
  • November 2018 (2)
  • October 2018 (1)
  • September 2018 (1)
  • June 2018 (3)
  • February 2018 (1)

labels

  • #30DayWritingChallenge (5)
  • a note to myself (10)
  • Beropini (6)
  • Daily (5)
  • Monolog (2)
  • photos (8)

Followers

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates