• Home
  • About
  • Youtube Channel

gmail instagram twitter youtube

Dikalamuda

Berbagi Cerita Ala Kadarnya

Ada perasaan yang sulit dijelaskan ketika seseorang yang kita sayangi sedang tidak baik-baik saja, tetapi kita tidak tahu apakah keberadaan kita masih ia butuhkan.

Aku kira, ketika seseorang sedang jatuh, kita ingin menjadi tempat ia pulang. Bukan untuk menyelesaikan semua masalahnya, bukan pula untuk menjadi penyelamat. Hanya ingin ada di sana. Mendengarkan jika ia ingin bercerita, memeluk jika ia ingin diam, atau sekadar memastikan bahwa ia tidak melewati semuanya sendirian.

Tapi bagaimana jika ternyata, saat ia sedang jatuh, ia justru tidak mencarimu?

Perasaan itu perlahan membuatku mempertanyakan banyak hal.

Apakah aku tidak cukup menenangkan? Apakah kehadiranku tidak lagi membuatnya merasa aman? Atau sebenarnya ia memang lebih nyaman bersandar di tempat lain?

Yang paling melelahkan bukan hanya rasa takut kehilangan. Melainkan perasaan tidak berguna. Seolah-olah selama ini aku ingin menjadi seseorang yang bisa ia datangi ketika dunia terasa terlalu berat, tetapi ketika dunia benar-benar menjadi berat, namaku justru bukan yang pertama terlintas di kepalanya. Dan dari sana, pikiran-pikiran kecil mulai tumbuh menjadi kekhawatiran yang tidak pernah benar-benar bisa kubuktikan.

Bagaimana kalau ada orang lain yang lebih ia percaya untuk mendengarkan ceritanya Bagaimana kalau ada seseorang yang lebih mudah membuatnya nyaman? Bagaimana kalau ternyata ada tempat lain yang terasa lebih seperti rumah daripada aku?

Aku tahu, tidak semua kekhawatiran adalah kenyataan. Aku tahu, seseorang yang sedang menghadapi banyak hal mungkin hanya sedang membutuhkan cara yang berbeda untuk bertahan. Bisa jadi diamnya bukan karena tidak sayang. Bisa jadi jauhnya bukan karena ada orang lain.

Tapi hati tidak selalu bekerja dengan logika. Kadang ia hanya mengenali kekosongan, lalu mengisinya dengan kemungkinan-kemungkinan paling buruk.

Aku sedang belajar untuk tidak menjadikan ketakutanku sebagai tuduhan. Belajar membedakan antara apa yang benar-benar terjadi dan apa yang hanya sedang diciptakan oleh pikiranku sendiri karena terlalu lama tidak mendapatkan kepastian. Sebab aku tidak ingin mencintai dengan cara yang membuat seseorang merasa diawasi. Aku juga tidak ingin mencintai dengan cara mengabaikan diriku sendiri. Aku ingin menjadi tempat pulang, tetapi aku juga ingin tahu bahwa aku memang dipilih sebagai tempat pulang.

Mungkin itulah yang sedang paling ingin kupahami sekarang: Bahwa aku tidak harus selalu menjadi orang yang paling dibutuhkan untuk membuktikan bahwa aku berharga. Dan jika suatu hari seseorang memilih untuk bersandar kepadaku, aku ingin itu terjadi bukan karena tidak ada tempat lain untuk pergi, tetapi karena di antara banyak tempat yang mungkin, ia tetap merasa aman ketika berada di sisiku.

Untuk sementara, mungkin tugasku bukan mencari tahu siapa yang ia ajak bicara. Mungkin tugasku adalah menjaga diriku sendiri agar rasa takut kehilangan seseorang tidak membuatku kehilangan diriku lebih dulu.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aku belajar bahwa menyendiri tidak selalu berarti menjauh. Kadang itu caraku menenangkan rindu, supaya hatiku tidak terlalu gaduh oleh harapan.

Aku mengerti kesibukan, jadwal yang padat, dan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Aku bahkan bangga melihat seseorang yang kucintai bertumbuh dan sibuk dengan hal-hal baik. Itu tidak pernah menjadi masalah bagiku.

Yang terasa berat adalah ketika di balik semua pengertian itu, aku juga butuh ditemani. Bukan nanti, tapi sekarang. Bukan dengan janji, tapi dengan hadir.

Aku pernah merasa bercerita, tapi tidak sepenuhnya didengar. Aku memilih memaklumi, karena aku tahu tidak semua waktu bisa dipaksa. Namun, ada sedih yang tinggal diam-diam.

Aku juga belajar jujur pada diriku sendiri: ada rasa tidak nyaman dan cemburu kecil yang tidak ingin kupelihara, tapi juga tidak bisa kupungkiri. Aku tidak ingin menyalahkan siapa pun. Aku hanya sedang belajar menjaga hatiku sendiri, agar tidak bergantung sampai melukai diri.

Tulisan ini bukan tentang tuntutan.

Hanya tentang hati yang ingin dimengerti, setelah terlalu sering belajar mengerti.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aku tak ingin cintaku membuatnya tertekan. Maka aku belajar memahami jarak, diam, bahkan dingin yang sesekali datang.

Aku tau, kadang yang ia butuhkan bukan jawaban, tapi ruang. Bukan pelukan, tapi waktu. Dan di situ, aku tetap ada, bukan untuk memaksa didekati, tapi untuk memastikan ia tak merasa sendirian.

Aku tak selalu kuat, tapi aku tak ingin membuatnya merasa bersalah atas keadaannya. Aku tetap berusaha bersikap baik, bahkan saat perasaanku sendiri sedang rumit.

Aku tetap mengirim kabar baik, tetap memberi senyum, tetap menyemangati, meski kadang hatiku ingin didengar juga. Karena buatku, mencintai itu bukan hanya tentang merasa dicintai balik. Tapi tentang mampu melihat seseorang di sisi paling rapuhnya, tanpa membuatnya takut kehilanganmu.

Aku tau aku tak sempurna. Tapi aku tau, aku tulus. Dan semoga, di antara semua ketidakpastian ini, ia tau… aku selalu berusaha mengerti, bahkan di saat aku sendiri juga ingin dimengerti.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Lagian udah terbiasa sendiri kan?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Yang tulus pun bisa lelah kalau tidak disambut. Kamu berhak istirahat dari memberi, tanpa harus merasa bersalah atau takut kehilangan.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Penulis


Panggil aja ol. Ini sisi lain dari aku, nulis random dan ala kadarnya. Mau tau sisiku yang lain? ada di instagram atau youtube, violasevio.

Follow Me

  • instagram
  • youtube
  • twitter

Archive

  • August 2026 (1)
  • December 2025 (1)
  • October 2025 (1)
  • July 2025 (1)
  • June 2025 (3)
  • April 2025 (1)
  • January 2025 (2)
  • December 2024 (3)
  • November 2024 (3)
  • July 2024 (1)
  • December 2023 (2)
  • November 2023 (1)
  • September 2023 (1)
  • August 2023 (1)
  • July 2023 (2)
  • June 2023 (2)
  • May 2023 (1)
  • February 2023 (1)
  • July 2022 (1)
  • February 2022 (4)
  • January 2022 (2)
  • December 2021 (5)
  • November 2021 (5)
  • October 2021 (6)
  • September 2021 (3)
  • August 2021 (3)
  • July 2021 (3)
  • May 2021 (1)
  • April 2021 (1)
  • February 2021 (2)
  • January 2021 (2)
  • December 2020 (2)
  • November 2020 (1)
  • August 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • March 2020 (1)
  • December 2019 (1)
  • July 2019 (3)
  • May 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • February 2019 (1)
  • December 2018 (1)
  • November 2018 (2)
  • October 2018 (1)
  • September 2018 (1)
  • June 2018 (3)
  • February 2018 (1)

labels

  • #30DayWritingChallenge (5)
  • a note to myself (10)
  • Beropini (6)
  • Daily (5)
  • Monolog (2)
  • photos (8)

Followers

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates