• Home
  • About
  • Youtube Channel

gmail instagram twitter youtube

Dikalamuda

Berbagi Cerita Ala Kadarnya

Halo!

Hows u guys? Its been a while sejak terakhir kali aku posting di blog ini. Hfttt, kalian masih setia baca tulisanku kan? Hehe.

Sebenernya aku seneng banget nulis, tapi akhir-akhir ini jarang bisa update blog. Salah satunya karena muncul gagasan untuk expand; i have to admit (Yaaa, ini kebiasaan buruk sih). Tiba-tiba pengen ngeblog tentang travel, snailmail, atau bikin konten biar makin seru. Jalan? Seperti biasa, cuma semangat di depan kemudian pelan-pelan terlupakan.

Aku tertampar oleh salah satu blogger, poinnya adalah konsistensi nggak sama dengan frekuensi. Maksudnya being consistent tuh nggak melulu harus posting tiap hari. Mau seminggu sekali atau sebulan sekalipun udah bisa disebut konsisten ngeblog.

Padahal ya, ini blogku sendiri, siapa yang ngatur? Ya aku sendiri sebagai pemilik blog. Dan perlu diinget bahwa aku ngeblog buat kesenanganku aja, buat nyimpen catatan yang sekiranya bisa aku buka lagi di masa mendatang dan bisa dijadiin pembelajaran. Kalaupun ada orang lain yang ikut merasakan manfaatnya, ya itu bonus. Ya kan?

Jadi sebenernya ngeblog tuh ngga perlu serumit itu, u just have to write, that’s it! Makanya walau nggak ada patokan waktu, tetep aku usahain akan selalu ada tulisan disini dan mungkin banyak tulisan bersalut curhat, hehe. Semoga jadi lebih enteng alias ngeblog tuh nggak dijadiin beban. Semoga orang lain juga kalau punya struggling yang sama bisa memetik manfaatnya. So, tungguin yaaaa!

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
P, u will always be my first love. Not like the first person i liked, but my first strong feeling. I knew from the moment i met u that my heart belongs to u. U got the best of me, n i will never regret loving u.

Ivan Nicholo Meneses
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
I'm 20 today! I laugh a little bit when i think about what i expected to be doing in my late teens. Haha, ya, usia belasan. Aku jadi ingat di usia belasan itu dan membayangkan semacam kosmopolitan, fast-paced lifestyle. Nongki cantik bareng temen-temen setiap akhir pekan, vacations with my family, sering main tapi nggak pernah lelah dan begadang tiap malam (lebih tepatnya night owl). Kamar kost di sudut Kota Malang tempat aku bergantung sepanjang hari, interrupted only by a sports match. Social media addiction always, and with everything figured out. Aren’t we all living like that? LOL.

When i reflect back on another year older, i’m truly moved by how different my vision was from my current reality…but also how much BETTER my life is than i even knew enough to dream. 

Not all storms and rainbows are always here, believe me. Tapi menginjak usia 20 dst, aku bisa mengatakan bahwa pepatah kuno itu benar: semakin kita tua, semakin kita mengenal diri kita sendiri, dan semakin kita mengenal diri kita sendiri, semakin kita bahagia.

I’m settled in a home i love. I have a great relationship with my parents. Aku punya dua adik yang cantik dan tampan, healthy, and happy who have kind souls, and are pretty fun to hang out with. And i have a close friends who helping me learn to love myself more than i ever have.

Aku berkegiatan yang memungkinkan aku menjadi kreatif dan serbaguna, berinteraksi secara intim dengan orang-orang, and share of myself—which is a HUGE gift for me. Waktu kecil, aku punya imajinasi yang kompleks and a really big heart… Tapi karena beberapa pengalaman yang aku punya, dan hal-hal yang aku alami saat tumbuh dewasa, i retreated pretty deeply into myself and didn’t access the spark of connection with others that I really crave as a person. Growing more into myself as i've aged, opening up, and connecting with people has been a huge journey for me. Aku belajar bahwa aku adalah seorang ekstrovert di hati yang benar-benar mendambakan untuk terhubung dan berbagi dengan orang lain, memberi dan menerima energi.

The aspect of my life that i am most grateful for at the age of 20 is education. Pendidikan yang aku percayai akan mengantarkanku pada impian-impian yang telah aku tanam. Dan itu memang benar. Aku merasa banyak sekali hal yang aku lakukan membawa kebermanfaatan baik bagi diriku maupun orang lain. Kegiatan di sekolah, kampus, pemerintahan, maupun swasta yang memberikan dorongan dan dukungan untuk aku supaya menjadi lebih baik, untuk membuat diriku bertanggung jawab, dan membiarkan diriku terus tumbuh dan berubah with grace. Berkesempatan untuk mengenyam pendidikan dan segala kegiatan pendukung membuat segala hal menjadi mungkin bagiku, dan aku sangat berterima kasih. Tak satupun dari kita dibuat untuk melakukannya sendiri, dan semakin kita didukung dan mendukung orang lain, semakin kita mencapai tujuan sejati kita sebagai  manusia. At least, that’s my humble opinion!


So, what have i learned this past year? I've learned that being flawed is part of being human, and that i am lobed regardless. Aku belajar bahwa orang akan melupakan apa yang aku katakan atau lakukan, but they’ll never forget how you made them feel. Aku belajar bahwa naluriku kuat, dan sebagian besar benar. Aku belajar bahwa jika aku menunggu cukup lama, no feeling is final—good or bad. Jadi, penting untuk memberi diriku grace pada hari terburuk atau terbaik. I’ve learned that that cream rises to the top, and if you keep your head down and work hard you’ll eventually get rewarded for that. Aku belajar bahwa orang-orang yang jahat adalah yang paling menderita. Aku belajar bahwa manusia selalu datang dan pergi, jadi jangan berharap apapun pada mereka. Dan aku belajar bahwa tawa benar-benar obat terbaik.

As i embark on another year older, aku sangat berterima kasih untuk setiap pelajaran dan setiap tantangan. Aku bersyukur berada di titik ini, dengan kesehatanku dan banyak berkah untukku. Dan aku sangat berterima kasih kepada manusia-manusia yang masih bertahan dan selalu ada didekatku untuk mendukung dan memberiku cinta kasih. Jika kamu mengalami sulit, aku disini mengingatkanmu bahwa kamu lebih kuat dari yang kamu sadari. Just keep going. Life gets SO GOOD.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

ada seorang perempuan yang sedang menuliskan kisahnya pada sebuah buku. dia bercerita tentang hubungan yang dia jalin dengan seorang lelaki yang tanpa sadar sudah mengobati trauma yang pernah dia alami. mereka hanya berteman, namun perempuan itu menaruh perasaan lebih kepada lelaki yang dia yakini mampu menemaninya dan memberikan banyak cinta dan kasih. sebenarnya dia tidak menginginkannya, namun rasa yang tumbuh tanpa disengaja itu membuat hari-harinya berbeda. 

ceritanya belum selesai, bahkan dia yakin tak ada kata usai. dan sekarang, secepatnya dia akan mengakhiri cerita itu. bahkan dia pun tak peduli akhir dari cerita yang ia tulis, entah bahagia ataupun kecewa, dia menerima. karena rasanya seperti dipaksa untuk berhenti sampai disini, padahal sebenarnya dia tak mampu. namun dia mengamini apa yang dikatakan lelaki itu meski dia tau dia akan sakit dan dipenuhi luka.

sejak saat itu, dia tidak pernah berharap tinggi. karena terkadang sesuatu yang diharapkan dengan sangat justru seringkali datang berbalik. be kind, treat them best but tetap ingat statemen patah hati yang disengaja itu kalo berharap lebih ke manusia, itu benar adanya. kalopun nantinya ada seseorang yang mengecewakannya lagi, dia selalu bilang ke diri dia sendiri kalo mereka juga manusia, someone make mistake. jadi sebisa mungkin harus memaafkan. kalo dia merasa di hidupnya ada yang tidak seberuntung orang lain, atau orang lain menyakiti dia secara tidak sadar, dia selalu bilang: "i'll ask myself, what was i done to them. pasti ada yang salah dari aku." begitu seterusnya.

satu hal lagi. dia meyakini bahwa sebagian besar hubungan didasari oleh kepentingan. their loyality will end when the benefits stop. dari situ dia akan jadi pribadi yang bijak dan dewasa. at the end, dia akan tau who is the true partner.

dan untuk lelaki itu. lihatlah perempuan yang dulu kini melebihi pilihanmu, dan dengan menjauhimu dia mendapatkan kekuatan yang baru. hebat bukan, perubahannya terjadi tanpa harus dia menemukan seseorang yang baru. tapi cukup ditemani dengan luka darimu.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

people come into ur life to make u a better person. to bring changes, good changes. they may love u, or hurt u. they may stay for just a chapter, or longer. or perhaps, forever. now u may not understand why do u meet this person. but later u will understand. no matter what stories they bring into ur life, u will be glad u meet them. u are who u are today coz of them. u've changed for good.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Penulis


Panggil aja ol. Ini sisi lain dari aku, nulis random dan ala kadarnya. Mau tau sisiku yang lain? ada di instagram atau youtube, violasevio.

Follow Me

  • instagram
  • youtube
  • twitter

Archive

  • December 2025 (1)
  • October 2025 (1)
  • July 2025 (1)
  • June 2025 (3)
  • April 2025 (1)
  • January 2025 (2)
  • December 2024 (3)
  • November 2024 (3)
  • July 2024 (1)
  • December 2023 (2)
  • November 2023 (1)
  • September 2023 (1)
  • August 2023 (1)
  • July 2023 (2)
  • June 2023 (2)
  • May 2023 (1)
  • February 2023 (1)
  • July 2022 (1)
  • February 2022 (4)
  • January 2022 (2)
  • December 2021 (5)
  • November 2021 (5)
  • October 2021 (6)
  • September 2021 (3)
  • August 2021 (3)
  • July 2021 (3)
  • May 2021 (1)
  • April 2021 (1)
  • February 2021 (2)
  • January 2021 (2)
  • December 2020 (2)
  • November 2020 (1)
  • August 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • March 2020 (1)
  • December 2019 (1)
  • July 2019 (3)
  • May 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • February 2019 (1)
  • December 2018 (1)
  • November 2018 (2)
  • October 2018 (1)
  • September 2018 (1)
  • June 2018 (3)
  • February 2018 (1)

labels

  • #30DayWritingChallenge (5)
  • a note to myself (10)
  • Beropini (6)
  • Daily (5)
  • Monolog (2)
  • photos (8)

Followers

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates