Kala itu aku pernah terluka, cukup parah. Nampaknya seperti movie quote from The House with a Clock in its Walls (2018). Even though my outside got better, my inside never did. Halo future me! Its me, past u. Well its a for me to watch 10 years old from now, when im old. So i'll remember what life was like as a teenager. Aku tidak pernah berusaha untuk melupakan semuanya karena aku percaya kenangan punya caranya sendiri untuk memberi warna dalam memaknai kehidupan. Membaca ulang buku diary yang telah lusuh, aku tersenyum tipis seolah pernah menjadi tokoh utama dalam cerita seorang penulis. Ya, memang aku. Tak apa kalau aku dengan diriku di masa lalu pernah berselisih, ketahuilah satu hal. Setidaknya aku di masa lalu sudah cukup kuat dan hebat karena mampu melewatinya meski beriringan dengan isak tangis. Ketahuilah bahwa aku belajar banyak hal dari masa laluku itu. Pribadi yang selalu ingin berproses dan tumbuh dengan baik. Terima kasih ya, sudah berjuang sekeras itu. Terima kasih ya, sudah bersedia untuk terluka. Ijinkan aku memeluk erat hati dan diriku di masa lalu.
To enjoy life, kamu harus menikmati apa yang kamu punya saat ini. To find happiness, u must always be grateful. Saat kamu learn it all, kamu akan selalu punya alasan untuk hidup. Kenali diri sendiri sebelum mengenal orang lain, bcs hanya kamu yang tau dirimu sendiri. Don't be too hard on urself, bcs kalau bukan kamu yang mencintai dirimu sendiri, siapa lagi?
Halo!
Hows u guys? Its been a while sejak terakhir kali aku posting di blog ini. Hfttt, kalian masih setia baca tulisanku kan? Hehe.
Sebenernya aku seneng banget nulis, tapi akhir-akhir ini jarang bisa update blog. Salah satunya karena muncul gagasan untuk expand; i have to admit (Yaaa, ini kebiasaan buruk sih). Tiba-tiba pengen ngeblog tentang travel, snailmail, atau bikin konten biar makin seru. Jalan? Seperti biasa, cuma semangat di depan kemudian pelan-pelan terlupakan.
Aku tertampar oleh salah satu blogger, poinnya adalah konsistensi nggak sama dengan frekuensi. Maksudnya being consistent tuh nggak melulu harus posting tiap hari. Mau seminggu sekali atau sebulan sekalipun udah bisa disebut konsisten ngeblog.
Padahal ya, ini blogku sendiri, siapa yang ngatur? Ya aku sendiri sebagai pemilik blog. Dan perlu diinget bahwa aku ngeblog buat kesenanganku aja, buat nyimpen catatan yang sekiranya bisa aku buka lagi di masa mendatang dan bisa dijadiin pembelajaran. Kalaupun ada orang lain yang ikut merasakan manfaatnya, ya itu bonus. Ya kan?
Jadi sebenernya ngeblog tuh ngga perlu serumit itu, u just have to write, that’s it! Makanya walau nggak ada patokan waktu, tetep aku usahain akan selalu ada tulisan disini dan mungkin banyak tulisan bersalut curhat, hehe. Semoga jadi lebih enteng alias ngeblog tuh nggak dijadiin beban. Semoga orang lain juga kalau punya struggling yang sama bisa memetik manfaatnya. So, tungguin yaaaa!
P, u will always be my first love. Not like the first person i liked, but my first strong feeling. I knew from the moment i met u that my heart belongs to u. U got the best of me, n i will never regret loving u.
Ivan Nicholo Meneses
I'm 20 today! I laugh a little bit when i think about what i expected to be doing in my late teens. Haha, ya, usia belasan. Aku jadi ingat di usia belasan itu dan membayangkan semacam kosmopolitan, fast-paced lifestyle. Nongki cantik bareng temen-temen setiap akhir pekan, vacations with my family, sering main tapi nggak pernah lelah dan begadang tiap malam (lebih tepatnya night owl). Kamar kost di sudut Kota Malang tempat aku bergantung sepanjang hari, interrupted only by a sports match. Social media addiction always, and with everything figured out. Aren’t we all living like that? LOL.
When i reflect back on another year older, i’m truly moved by how different my vision was from my current reality…but also how much BETTER my life is than i even knew enough to dream.
Not all storms and rainbows are always here, believe me. Tapi menginjak usia 20 dst, aku bisa mengatakan bahwa pepatah kuno itu benar: semakin kita tua, semakin kita mengenal diri kita sendiri, dan semakin kita mengenal diri kita sendiri, semakin kita bahagia.
I’m settled in a home i love. I have a great relationship with my parents. Aku punya dua adik yang cantik dan tampan, healthy, and happy who have kind souls, and are pretty fun to hang out with. And i have a close friends who helping me learn to love myself more than i ever have.
Aku berkegiatan yang memungkinkan aku menjadi kreatif dan serbaguna, berinteraksi secara intim dengan orang-orang, and share of myself—which is a HUGE gift for me. Waktu kecil, aku punya imajinasi yang kompleks and a really big heart… Tapi karena beberapa pengalaman yang aku punya, dan hal-hal yang aku alami saat tumbuh dewasa, i retreated pretty deeply into myself and didn’t access the spark of connection with others that I really crave as a person. Growing more into myself as i've aged, opening up, and connecting with people has been a huge journey for me. Aku belajar bahwa aku adalah seorang ekstrovert di hati yang benar-benar mendambakan untuk terhubung dan berbagi dengan orang lain, memberi dan menerima energi.
The aspect of my life that i am most grateful for at the age of 20 is education. Pendidikan yang aku percayai akan mengantarkanku pada impian-impian yang telah aku tanam. Dan itu memang benar. Aku merasa banyak sekali hal yang aku lakukan membawa kebermanfaatan baik bagi diriku maupun orang lain. Kegiatan di sekolah, kampus, pemerintahan, maupun swasta yang memberikan dorongan dan dukungan untuk aku supaya menjadi lebih baik, untuk membuat diriku bertanggung jawab, dan membiarkan diriku terus tumbuh dan berubah with grace. Berkesempatan untuk mengenyam pendidikan dan segala kegiatan pendukung membuat segala hal menjadi mungkin bagiku, dan aku sangat berterima kasih. Tak satupun dari kita dibuat untuk melakukannya sendiri, dan semakin kita didukung dan mendukung orang lain, semakin kita mencapai tujuan sejati kita sebagai manusia. At least, that’s my humble opinion!
So, what have i learned this past year? I've learned that being flawed is part of being human, and that i am lobed regardless. Aku belajar bahwa orang akan melupakan apa yang aku katakan atau lakukan, but they’ll never forget how you made them feel. Aku belajar bahwa naluriku kuat, dan sebagian besar benar. Aku belajar bahwa jika aku menunggu cukup lama, no feeling is final—good or bad. Jadi, penting untuk memberi diriku grace pada hari terburuk atau terbaik. I’ve learned that that cream rises to the top, and if you keep your head down and work hard you’ll eventually get rewarded for that. Aku belajar bahwa orang-orang yang jahat adalah yang paling menderita. Aku belajar bahwa manusia selalu datang dan pergi, jadi jangan berharap apapun pada mereka. Dan aku belajar bahwa tawa benar-benar obat terbaik.
As i embark on another year older, aku sangat berterima kasih untuk setiap pelajaran dan setiap tantangan. Aku bersyukur berada di titik ini, dengan kesehatanku dan banyak berkah untukku. Dan aku sangat berterima kasih kepada manusia-manusia yang masih bertahan dan selalu ada didekatku untuk mendukung dan memberiku cinta kasih. Jika kamu mengalami sulit, aku disini mengingatkanmu bahwa kamu lebih kuat dari yang kamu sadari. Just keep going. Life gets SO GOOD.

